Informasi : di posting tgl : 2019-08-26 11:23:24

Pramuka Prasiaga untuk PAUD Dikenalkan

Jakarta – Dalam upaya untuk membangun karakter anak usia dini yang berbudi pekerti luhur dan memiliki nilai-nilai kebangsaan, Ditjen PAUD dan Dikmas bersama Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka  menggelar workshop bertema Pedoman Prasiaga Dalam Rangka Pengembangan Pendidikan Karakter Sejak Usia Dini”, Senin-Rabu (12-14/8) lalu, di Jakarta.

“Kalau kemarin kita hanya mengenal siaga, penggalang, penegak, pandega. Sekarang kita mencoba melaksanakan pendidikan karakter itu dengan memulainya sejak usia dini,” kata Wartanto, Sekretaris Ditjen PAUD dan Dikmas, saat menyampaikan sambutan dalam pembukaan workshop.

Dia juga menyinggung pentingnya pendidikan karakter sejak usia dini melalui kegiatan Pramuka karena dalam usia dini itu, anak paling mudah meniru, mencontoh dan menghafalkan.

“Di dalam prasiaga itulah, kita tidak meningkatkan tapi menanamkan budi pekerti atau pendidikan karakter. Penanamannya itu dari usia dini,” tambah Wartanto.

Wartanto berharap Pramuka Prasiaga ini menjadi sarana membangun pondasi kuat terkait karakter baik pada anak usia dini. Seperti karakter positif, budi pekerti luhur dan nilai moral.

“Setelah penanamannya diberikan di usia dini, nanti saat (Pramuka) Siaga di SD, SMP, sampai ke atas, sudah punya pondasi yang kuat. Harapannya, selain mempunyai karakter positif yang bagus, moral, anak-anak ini juga sudah siap untuk berkompetisi,” tandas Wartanto.

 Kegiatan yang ditujukan untuk menyempurnakan Pedoman Prasiaga Pendidikan Anak Usia Dini ini diikuti sekitar 58 peserta. Terdiri dari dua Kepala Pusat Pengembangan PAUD dan Dikmas, 25 Kepala BP-PAUD dan Dikmas, serta 31 perwakilan Kwartir Daerah Gerakan Pramuka se-Indonesia.

Secara terpisah, Kepala BP-PAUD dan Dikmas Jatim, Ibno Subandi berharap adanya adanya  Pramuka Prasiaga dapat menjadi salah satu metode pembelajaran baru di satuan PAUD. Agar anak usia dini bisa lebih mandiri, lebih mengenal lingkungan sekitar dan lebih bertanggung jawab. 

Untuk diketahui, sesuai Pasal 12 Undang-undang Nomor 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka, jenjang pendidikan kepramukaan terdiri atas siaga, penggalang, penegak, dan pandega. Selanjutnya, dalam pasal 13 UU 12/2010 disebutkan bahwa peserta didik adalah WNI yang berusia 7 sampai 25 tahun. Berdasarkan hal tersebut, anak usia 3-6 tahun tidak termasuk dalam jenjang usia untuk pendidikan kepramukaan. Namun, salah satu hasil Munas Gerakan Pramuka Tahun 2018 tentang peserta didik memutuskan bahwa untuk anak-anak yang belum berusia 7 tahun dapat ditampung dalam kelompok prasiaga. (mega)

© Copyrights. 2019 BP PAUD dan DIKMAS Jawa Timur