Virus Corona Versi Siswa PAUD

Virus Corona Versi Siswa PAUD

Surabaya – PAUD Cahaya Tazkia Surabaya memberikan sosialisasi tentang virus Corona kepada peserta didiknya melalui proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dalam jaringan (daring) dengan memberikan pembelajaran kepada anak berupa eksperimen sederhana menggunakan bahan yang ada dilingkungan sekitar. Metode yang dipilih tetap mengedepankan metode edukatif dan menyenangkan.

Kepala PAUD Cahaya Tazkia, Lu’luil Maknun memilih metode Eksperimen Sederhana menggunakan bumbu dapur berupa bubuk merica dicampur dengan air dan sabun cair. Di mana anak diminta mempraktekkan eksperimen sederhana, bagaimana sabun bisa mencegah virus corona yang dalam hal ini di gambarkan taburan bubuk merica dengan air akan terpisah setelah dicampurkan sabun.

Aktivitas kegiatan ini bersama orang tuanya di dokumentasi dan dipublikasikan melalui media sosial orang tuanya masing-masing. Untuk memperluas akses publikasi dari media sosial orang tua diminta menandai tagar berikut #merdeka belajar #cegahdantangkalcorona #sekolahlawancorona #kbtktpacataz #catazbersamakeluarga #penguatanpendidikankarakterbersamakeluarga #pkbersamakeluarga #dirumahaja #merdekabelajar #ptppauddikmasjatimsahabatpembelajar @ptppauddikmasjatim@cahayatazkiasby @dispendiksby @pauddikmasjatim @kemendikbud.ri.

Kegiatan ini bertujuan memahamkan berbagai bentuk kegiatan pencegahan virus Corona (Covid-19) kepada peserta didik dan membuktikan kalau sabun dapat membasmi virus dan kotoran apapun itu. Dari kegitan ini "Peserta didik memiliki pemahaman tentang pentingnya mencuci tangan menggunakan sabun ternyata dapat membunuh virus Corona. Bukan hanya bakteri tapi juga cara pencegahan virus peserta didik deskripsikan melalui kegiatan eksperimen tersebut  dan sesuai bahasa anak," kata Zida,  salah satu wali murid.

Cari Tahu di Internet

Sebelumnya peserta didik diminta mencari tahu referensi tentang bentuk virus Corona melalui internet dan pencegahannya. Kemudian peserta didik menceritakan bentuk virus sesuai apa yang dilihatnya. Begitu juga dengan cara pencegahan Covid-19, seperti pembiasaan cuci tangan, menyemprotkan disinfektan, memakai masker, social distancing, self quarantine dan lainnya.

Dalam kegiatan mengasyikkan tersebut, anak diberi keleluasaan dalam berkreativitas. Baik cara menyampaiakan tutorial maupun eksperimen yang dibuatnya. Ternyata anak-anak sangat mahir mempraktekkan dan deskripsinya lucu-lucu, kreatif sesuai perkembangan bahasa anak masing-masing.

"Harapannya nanti anak menjadi tahu bentuk virus Corona yang kini ramai dibicarakan masyarakat itu seperti apa. Ini sebagai wujud aktivitas anak usia dini yang sikap keingintahuan mereka sangat besar," jelas Zida.

Sosialisasi Lebih Mudah

Menurut Zida, dengan kegiatan yang disukai anak, sosialisasi tentang virus Corona menjadi lebih mudah dan lebih terekam dalam memori anak. Sehingga anak lebih mengenal dan secara aktif ikut mencegah penyebaran dan penularan virus Corona.

"Dengan mengenali dan menjelaskan secara langsung anak menjadi lebih faham dengan apa yang mereka sering dengar tentang virus Corona. Memanfaatkan rasa ingin tahu yang tinggi, anak dilatih secara mandiri mengenali fenomena yang ada di sekitarnya," jelasnya

Kegiatan belajar mengajar secara daring PAUD Cahaya Tazkia juga mengajarkan anak memanfaatkan benda-benda bekas pakai. Misalnya dengan memanfaatkan kardus susu, botol air mineral, diubah menjadi hasta karya atau benda mainan anak.

"Ini mengajarkan mereka kreatif dengan memanfaatkan benda-benda bekas di rumah tangga. Melatih kreativitas dengan bahan mudah dan murah," ujar Zida.  (Gie)

Post Terkait

Tinggalkan Komentar