Pamong Belajar Balai Dalami Pendidikan 4.0

Pamong Belajar Balai Dalami Pendidikan 4.0

Direktur Sinau Teacher Development Center, Dr Yulianti Siantajani MPd (kiri) saat memberi materi kepada para peserta pelatihan “Education 4.0” di PAUD Bukit Aksara Semarang, Jawa Tengah, pekan lalu. (Lilik Rahajoe Lestari)

Semarang – Sebanyak sepuluh Pamong Belajar BP-PAUD dan Dikmas Jawa Timur mengikuti pelatihan “Education 4.0” yang digelar Sinau Teacher Development Center di PAUD Bukit Aksara Semarang, Jawa Tengah. Pelatihan yang berlangsung selama empat hari pada pekan lalu itu itu diikuti total 48 peserta.

Direktur Sinau Teacher Development Center, Dr Yulianti Siantajani MPd selaku narasumber tunggal, menyampaikan berbagai tema seputar pendidikan terkini untuk menghadapi revolusi industri keempat.

Seperti pembelajaran inkuiri, kecakapan abad 21, mendongeng, dan pendekatan proyek. Ada pula materi tentang loose part,yakni benda apapun untuk media bermain anak untuk mengembangkan imajinasi anak serta metode pengajaran baru berdasarkan teknologi abad 21 yang mengajar anak tentang cara pemikiran baru bernama STEAM. Akronim dari science (sains), technology (teknologi), engineering (teknik), art (seni) dan mathematics (matematika).

Menurut Yulianti, revolusi industri keempat harus direspon dengan Education 4.0. Khususnya pada bagaimana meletakkan fondasi Education 4.0. Bagi dia, caranya adalah dengan melakukannya di PAUD sebagai fondasi pendidikan.

“Anak harus mendapat kesempatan sebanyak-banyaknya untuk kreatif sementara guru hanya berperan sebagai fasilitator,” tambahnya.

Selain paparan teori, peserta pelatihan juga melakukan kegiatan praktek menjadi guru. Diawali dengan observasi proses pembelajaran di PAUD Bukit Aksara dan mempraktekkan. Selanjutnya, peserta menerapkan hasil observasi dari tahap persiapan mengajar hingga praktek menjadi guru dan murid PAUD.

“Saya tidak mau peserta pelatihan ini hanya dapat what atau how. Namun, diharapkan mendapatkan why,” ungkap Yulianti.

Para peserta berasal dari berbagai profesi. Di antaranya, staf Bank Dunia, staf Kemendikbud, dan pengelola lembaga PAUD. Mereka datang dari berbagai propinsi seperti Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, DIY, DKI Jakarta, Bali, Sulawesi Tengah dan Kalimantan Selatan. 

”Saya dari tim model pembelajaran inkuiri tahun ini, jadi saya harus ke sini untuk mencari ilmunya. Ternyata saya dapat gambaran apa yang saya cari,” kata Im sodiawati, salah satu peserta. (lrl

Post Terkait

Tinggalkan Komentar